news brain
Monggo berbgi ilmu'a para alim smua.. Dizman...
Raden LoRo AsmoRo 17 April 10:01
Monggo berbgi ilmu'a para alim smua..
Dizman yg modrn n cnggih skrng ini.. Kmajuan n pnemuan pnlitian mrmbh hmpir dismua bidang.tak ter kecuali dibdng pngbatn.jnis2 obat dr sgla modl baik medis kdoktrn atau non medis/para normal n sjnis'a..
Masalah.:dg ditmukn'a brmcm2 jnis obat trsbt.masihkh berlaku istilh Darurot dlm pngobtn dizman yg skrng ini..
Misal hrus diobti dg minum drah bnatng trtntu agar bsa smbuh..
Trimksih..
Wednesday, 17 April 2013
Tuesday, 16 April 2013
Tuesday, 6 November 2012
paralisis teluk buyat :Buyat Disease
news brain
Buyat Disease
Pada tahun 2005, di Teluk Buyat Sulawesi Utara. Sejak PT Newmont Minahasa Raya melakukan aktivitas pertambangan emas dan menggunakan merkuri sebagai bahan untuk mengendapkan emas, dan mengalirkan tailing (limbah tambang) sedalam 82m di perairan Teluk Buyat, Banyak penduduk yang mengeluhkan benjolan-benjolan abnormal, pusing, kelumpuhan, dan penyakit kulit yang aneh. Pendapatan mereka juga menurun drastis karena tidak lagi banyak ikan yang bisa ditangkap
Beberapa survey independen dari beberapa LSM, melakukan pemeriksaan laboratorium pada endapan teluk buyat dan menemukan kadar merkuri hingga 1000 mikrogram/kg (Standar ASEAN 400 mikrogram/kg)
Seperti pada kasus Minamata, ada perang klaim hasil penelitian antara LSM dan PT NMR. Siapa yang benar?. Still remains mistery. Apapun itu penduduk Buyat akhirnya atas inisiatif sendiri pindah dari Teluk Buyat, mereka menghancurkan sendiri rumah-rumah yang telah mereka bangun dengan susah payah selama 10 tahun terakhir. Sebagian dari merekapun harus berganti profesi menjadi petani
Sebenarnya baru menjadi ancaman ketika elemental mercury itu karena pemanasan dosis tinggi, menguap dan kemudian masuk ke dalam paru-paru.
Risiko tinggi adalah pada saat letusan vulkanis, pembakaran batubara, crematorium dan juga pada pekerja pada pabrik semen, non ferrous metal production, Pabrik Baja.
Uap merkuri yang terhirup berpotensi menimbulkan emboli (pembuntuan) paru-paru, memicu alergi, kelainan saraf dan sindroma neuropsikiatri seperti : Emosi yang labil, Nyeri kepala, tremor, nervous, rasa malu yang berlebihan, polineuropati, penurunan memori dan kognitif)
Merkuri elemental juga terdapat pada produk baterai koin, thermometer dan tensimeter air raksa, tambal gigi / amalgam. Seharusnya memang ada peraturan atau kebijakan dari pemerintah untuk mendaur ulang produk-produk seperti ini.sehingga tidak mencemari tanah atau ikut terbakar saat pembakaran sampah
Anorganic Mercury
Sifatnya larut air tapi tidak larut lemak dan dapat diserap melalui kulit. Saat tertelan 10% nya akan diserap melalui saluran cerna dan kemudian dapat menimbulkan efek nefrotoksik atau keracunan berat pada ginjal
Anorganic mercury ini biasa digunakan pada pertambangan emas untuk membantu mengendapkan emas dan pabrik kimia seperti asetaldehide, asetilen, asam asetat sebagai katalis.
Di Indonesia, 26 November 2011 yang lalu BPOM mengumumkan 27 merk kosmetik yang terbukti mengandung Mercurous chloride, Asam retinoid, Rhodamin. 11 produk dari Jepang dan Cina, 8 produk local dan 6 tidak terdaftar secara resmi.
Efeknya kosmetik ini berpotensi menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada sistem saraf pusat (otak), ginjal, gangguan dan cacat janin (teratogenik).
Kosmetik ini biasanya menjanjikan efek putih dalam waktu yang singkat. Misalkan hanya dalam seminggu. Padahal sebenarnya ada Rebound Effect, artinya sesaat memang akan menjadi putih namun setelah pemakaian dihentikan kulit akan menjadi kusam/hitam dan timbul flek yang parah dan lebar.
Organic mercury memiliki kelarutan yang tinggi terhadap lemak dan tersebar secara merata ke seluruh tubuh dan terakumulasi di otak, ginjal, liver, rambut dan kulit. Ia juga dapat melewati sawar darah-otak (Blood brain barrier), plasenta dan eritrosit sehingga menimbulkan gejala neurologis, teratogenik (cacat janin) dan meningkatkan kekentalan darah.
Artinya jumlah konsentrasi merkuri terkecil ada pada algae dan terbesar misal pada ikan hiu.
Berikut daftar ikan dengan jumlah kandungan merkuri dan aturan untuk komsumsinya terutama pada ibu hamil atau menyusui
Merkuri terendah (<0 ppm="ppm" span="span">0>
Jenis Ikan : Ikan teri, lele, udang, salmon, nila, white fish, trout, tuna kalengan
Aturan makan : Bebas kapan saja
Merkuri sedang (0,09-0,29 ppm)
Jenis Ikan : Cod Alaska, Halibut, lobster, trout laut
Aturan makan : max 6x/bulan
Merkuri tinggi (0.3-0,49 ppm)
Jenis Ikan : Ikan kerapu, Mackerel, Sea Bass, Blue fish, Big Tuna
Aturan makan : max 3x/bulan
Merkuri tertinggi (>0,5 ppm)
Jenis Ikan : King Mackerel, marlin, hiu, todak, tile fish
Aturan makan : Sebaiknya dihindari
Thimerosal pernah dituduh sebagai penyebab autism dan didukung oleh beberapa penelitian. Akan tetapi IOM (Institute Of Medicine) yang terdiri dari kumpulan ahli dari berbagai disiplin ilmu kemudian melakukan penelitian di kisaran tahun 2003.
Hasilnya, dari 3 studi Epidemiologis (Hviid ; Miller ; Werstraeten) dan 2 studi control (Madsen ; Sters-Green) menyimpulkan bahwa TIDAK ADA HUBUNGAN antara pemberian vaksin dan kejadian autism. Karena autism 90% disebabkan oleh faktor genetic. Penelitian yang mengatakan ada hubungan lemah secara metodologis, mengadung penipuan dan terkesan tidak transparan
Akan tetapi walau tidak terbukti, para ilmuwan masih terus berusaha membuat vaksin yang bisa benar-benar tidak mengandung Thimerosal.
Semoga informasi sederhana ini bisa menjadi manfaat
Dedicated for my teacher : Mr. Budi Setiawan (@Bukik)
Hutang saya lunas ya Pak! hehe
Astu Anindya Jati, dr
Gresik, 25 April 2012
Buyat Disease
Pada tahun 2005, di Teluk Buyat Sulawesi Utara. Sejak PT Newmont Minahasa Raya melakukan aktivitas pertambangan emas dan menggunakan merkuri sebagai bahan untuk mengendapkan emas, dan mengalirkan tailing (limbah tambang) sedalam 82m di perairan Teluk Buyat, Banyak penduduk yang mengeluhkan benjolan-benjolan abnormal, pusing, kelumpuhan, dan penyakit kulit yang aneh. Pendapatan mereka juga menurun drastis karena tidak lagi banyak ikan yang bisa ditangkap
Beberapa survey independen dari beberapa LSM, melakukan pemeriksaan laboratorium pada endapan teluk buyat dan menemukan kadar merkuri hingga 1000 mikrogram/kg (Standar ASEAN 400 mikrogram/kg)
Seperti pada kasus Minamata, ada perang klaim hasil penelitian antara LSM dan PT NMR. Siapa yang benar?. Still remains mistery. Apapun itu penduduk Buyat akhirnya atas inisiatif sendiri pindah dari Teluk Buyat, mereka menghancurkan sendiri rumah-rumah yang telah mereka bangun dengan susah payah selama 10 tahun terakhir. Sebagian dari merekapun harus berganti profesi menjadi petani
Mercury and it’s biological threat – Routes of Action
Ada 3 macam bentuk dari Merkuri. Elemental mercury, Yaitu Merkuri yang masih dalam bentuk elemen atau logam, Anorganic mercury yaitu merkuri dalam bentuk ikatan/senyawa garam anorganik, dan yang terakhir organic mercury yaitu ketika merkuri berikatan dengan alkil karbon. Masing-masing mempunyai sifat dan toksisitas yang berbeda bila masuk ke dalam tubuh manusiaElemental Mercury
Elemental mercury mempunyai sifat sukar diserap oleh kulit, tidak larut air dan tidak larut lemak sehingga toksisitasnya akan rendah bila ditelan mentah-mentah.Sebenarnya baru menjadi ancaman ketika elemental mercury itu karena pemanasan dosis tinggi, menguap dan kemudian masuk ke dalam paru-paru.
Risiko tinggi adalah pada saat letusan vulkanis, pembakaran batubara, crematorium dan juga pada pekerja pada pabrik semen, non ferrous metal production, Pabrik Baja.
Uap merkuri yang terhirup berpotensi menimbulkan emboli (pembuntuan) paru-paru, memicu alergi, kelainan saraf dan sindroma neuropsikiatri seperti : Emosi yang labil, Nyeri kepala, tremor, nervous, rasa malu yang berlebihan, polineuropati, penurunan memori dan kognitif)
Merkuri elemental juga terdapat pada produk baterai koin, thermometer dan tensimeter air raksa, tambal gigi / amalgam. Seharusnya memang ada peraturan atau kebijakan dari pemerintah untuk mendaur ulang produk-produk seperti ini.sehingga tidak mencemari tanah atau ikut terbakar saat pembakaran sampah
Anorganic Mercury
Sifatnya larut air tapi tidak larut lemak dan dapat diserap melalui kulit. Saat tertelan 10% nya akan diserap melalui saluran cerna dan kemudian dapat menimbulkan efek nefrotoksik atau keracunan berat pada ginjal
Anorganic mercury ini biasa digunakan pada pertambangan emas untuk membantu mengendapkan emas dan pabrik kimia seperti asetaldehide, asetilen, asam asetat sebagai katalis.
Mercury in cosmetics
Mercury (II) chloride juga digunakan pada beberapa produk krim pemutih (whitening cream). Kadarnya bahkan ada yang sampai 9000-60.000 kali dosis yang dianjurkan.Di Indonesia, 26 November 2011 yang lalu BPOM mengumumkan 27 merk kosmetik yang terbukti mengandung Mercurous chloride, Asam retinoid, Rhodamin. 11 produk dari Jepang dan Cina, 8 produk local dan 6 tidak terdaftar secara resmi.
Efeknya kosmetik ini berpotensi menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada sistem saraf pusat (otak), ginjal, gangguan dan cacat janin (teratogenik).
Kosmetik ini biasanya menjanjikan efek putih dalam waktu yang singkat. Misalkan hanya dalam seminggu. Padahal sebenarnya ada Rebound Effect, artinya sesaat memang akan menjadi putih namun setelah pemakaian dihentikan kulit akan menjadi kusam/hitam dan timbul flek yang parah dan lebar.
Organic Mercury
Merkuri organik adalah yang paling toksik. Berasal dari Merkuri Anorganik yang kemudian diubah menjadi Metil merkuri oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam.Organic mercury memiliki kelarutan yang tinggi terhadap lemak dan tersebar secara merata ke seluruh tubuh dan terakumulasi di otak, ginjal, liver, rambut dan kulit. Ia juga dapat melewati sawar darah-otak (Blood brain barrier), plasenta dan eritrosit sehingga menimbulkan gejala neurologis, teratogenik (cacat janin) dan meningkatkan kekentalan darah.
Fish Containing Mercury
Metil merkuri memiliki waktu paruh yang lama sehingga akan mengalami biomagnifikasi / bioakumulasi dari organism terkecil algae sampai tingkat tertinggi pada rantai makanan, yaitu ikan-ikan besar seperti hiu, King Mackerel, ikan pedang, lumba-lumba dsb.Artinya jumlah konsentrasi merkuri terkecil ada pada algae dan terbesar misal pada ikan hiu.
Berikut daftar ikan dengan jumlah kandungan merkuri dan aturan untuk komsumsinya terutama pada ibu hamil atau menyusui
Merkuri terendah (<0 ppm="ppm" span="span">0>
Jenis Ikan : Ikan teri, lele, udang, salmon, nila, white fish, trout, tuna kalengan
Aturan makan : Bebas kapan saja
Merkuri sedang (0,09-0,29 ppm)
Jenis Ikan : Cod Alaska, Halibut, lobster, trout laut
Aturan makan : max 6x/bulan
Merkuri tinggi (0.3-0,49 ppm)
Jenis Ikan : Ikan kerapu, Mackerel, Sea Bass, Blue fish, Big Tuna
Aturan makan : max 3x/bulan
Merkuri tertinggi (>0,5 ppm)
Jenis Ikan : King Mackerel, marlin, hiu, todak, tile fish
Aturan makan : Sebaiknya dihindari
Thimerosal in vaccine – Controversy
Thimerosal adalah salah satu jenis dari merkuri yang digunakan sebagai anti bakteri dan pengawet dalam vaksin imunisasi terutama pada vaksin DPT, Influenza dan Hepatitis BThimerosal pernah dituduh sebagai penyebab autism dan didukung oleh beberapa penelitian. Akan tetapi IOM (Institute Of Medicine) yang terdiri dari kumpulan ahli dari berbagai disiplin ilmu kemudian melakukan penelitian di kisaran tahun 2003.
Hasilnya, dari 3 studi Epidemiologis (Hviid ; Miller ; Werstraeten) dan 2 studi control (Madsen ; Sters-Green) menyimpulkan bahwa TIDAK ADA HUBUNGAN antara pemberian vaksin dan kejadian autism. Karena autism 90% disebabkan oleh faktor genetic. Penelitian yang mengatakan ada hubungan lemah secara metodologis, mengadung penipuan dan terkesan tidak transparan
Akan tetapi walau tidak terbukti, para ilmuwan masih terus berusaha membuat vaksin yang bisa benar-benar tidak mengandung Thimerosal.
The Cure and Prevention
Chelation therapy
Prinsip dari chelation therapy adalah mengikat ion merkuri dan mengeluarkannya bersama feses/urine. Obat yang biasa dipakai adalah DMPS (2,3 dimercapto – 1 – propanesulfonic acid), Penicillamine, Dimercaprol, dan activated charcoal (karbon)Recycle
Sebaiknya memang ada semacam daur ulang untuk limbah merkuriAvoid high mercurial fishes
Pilihlah ikan yang kadar merkurinya paling rendah seperti lele, udang, tuna, salmon, tuna kalengan dan hindari yang kadarnya tinggi seperti pada hiu, King Mackerel, ikan todak dsbNo need to worry J
Merkuri memang sebuah ancaman yang cukup menakutkan, tapi tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebihan. Intinya adalah pengawasan. Pemerintah beserta rakyat sebaiknya terus saling bahu membahu agar lingkungan tidak tercemar. Stay alert but no need to worry!Semoga informasi sederhana ini bisa menjadi manfaat
Dedicated for my teacher : Mr. Budi Setiawan (@Bukik)
Hutang saya lunas ya Pak! hehe
Astu Anindya Jati, dr
Gresik, 25 April 2012
http://astumd.wordpress.com/tag/teluk-buyat/
pematangan budaa politik
Pematangan Budaya
Politik dan Demokratisasi
Oleh Wayan Gede Suacana
BUDAYA politik biasanya
berpusat pada imajinasi (pikiran dan perasaan) perseorangan, yang merupakan
dasar semua tingkah laku politik masyarakat. Sementara sistem nilai yang hidup
di tengah-tengah masyarakat merupakan komponen penting bagi pembentukannya yang
merupakan refleksi terhadap orientasi, sikap dan perilaku politik masyarakat
dalam merespons setiap objek dan proses politik yang sedang berjalan.
-----------------------
Para
ilmuwan politik yang sangat berperanan dalam mengembangkan teori kebudayaan
politik, seperti Gabriel Almond, Sidney Verba dan Lucian W.Pye, hampir setengah
abad yang lampau telah merintis sebuah riset tentang keterkaitan antara budaya
dan politik. Mereka menyatakan bahwa setiap proses politik senantiasa terjadi
dalam lingkup budaya. Artinya, dalam jangka waktu tertentu akan selalu terjadi
proses dialektika antara kehidupan politik di satu pihak dengan sistem nilai
budaya masyarakat di pihak lain.
Budaya
politik sendiri merupakan cerminan sikap khas warga negara terhadap sistem
politik dan aneka ragam bagiannya, serta sikap terhadap peranan warga negara di
dalam sistem politik itu. Oleh karena itu, ia tidak lain dari orientasi
psikologis terhadap objek sosial -- dalam hal ini sistem politik -- yang
kemudian mengalami proses internalisasi ke dalam bentuk orientasi yang bersifat
kognitif (pemahaman dan keyakinan), afektif (ikatan emosional/perasaan) dan
evaluatif (penilaian).
Budaya
politik juga merupakan rangkaian kepercayaan, kebiasaan dan perilaku yang
berkaitan dengan kehidupan politik. Ia pada hakikatnya merupakan lingkungan
psikologis tempat kegiatan-kegiatan politik berlangsung yang memberikan
rasionalisasi untuk menolak atau menerima sejumlah milai dan norma lainnya.
Dalam
derajat yang tertinggi, budaya politik umumnya akan dapat membentuk aspirasi,
obsesi, preferensi dan prioritas tertentu dalam menghadapi tantangan yang
diakibatkan oleh perubahan politik. Dengan sikap dan orientasi seperti itu,
disertai dengan adanya determinan nilai-nilai keunggulan lokal (local genius)
maka akan dapat dijumpai berbagai tipe budaya politik lokal yang berbeda-beda
di berbagai daerah.
Tipologi dan Pematangan
Apabila
diikuti terminologi Almond dan Verba, maka dalam kehidupan masyarakat dapat
dijumpai setidaknya tiga tipe budaya politik, yaitu masyarakat dengan budaya
parokial, kawula, dan partisipan. Di dalam sebuah masyarakat di mana sikap dan
orientasi politiknya sangat didominasi oleh karakteristik yang bersifat kognitif
maka akan membentuk budaya politik yang parokial. Masyarakat sama sekali tidak
menyadari untuk apa mereka melakukan kegiatan politik. Kesadaran kognitif
politiknya terbatas pada pengetahuan bahwa kekuasaan politik memang ada dalam
masyarakat, dan keikutsertaannya lebih banyak karena mobilisasi, solidaritas
atau ikut-ikutan.
Dalam
sebuah masyarakat yang mempunyai kecenderungan sikap dan orientasi politik
dengan karakteristik yang bersifat efektif, maka akan membentuk budaya politik
yang bersifat kaula. Masyarakatnya cenderung bersifat nrimo karena merasa tak
mampu mengubah sistem politik, sehingga tiada jalan lain baginya kecuali patuh,
setia dan mengikuti segala instruksi serta anjuran pemimpin politiknya.
Sementara
masyarakat yang sangat dominan memiliki kompetensi politik yang tinggi, di mana
warga masyarakat mampu memberikan evaluasi terhadap proses politik yang sedang
berjalan, akan membentuk sebuah budaya politik yang partisipan. Masyarakat
sudah mulai melibatkan diri secara intensif dalam berbagai kegiatan politik.
Mereka bisa merupakan anggota aktif ormas atau parpol, atau anggota masyarakat
biasa yang dapat menilai dengan penuh kesadaran baik sistem politik sebagai
totalitas, masukan atau keluaran kebijakan pemerintah, maupun posisi dirinya
sendiri dalam berpolitik.
Proses
pematangan budaya politik, menurut Nazaruddin Sjamsuddin, pada dasarnya
melibatkan tahap penyerasian antara budaya politik lokal dengan struktur
politik nasional. Budaya politik lokal yang sudah kukuh -- karena telah ada
jauh sebelum masa kemerdekaan -- akan diserasikan dengan struktur politik
nasional yang baru tumbuh dan berkembang sejak kemerdekaan. Menurutnya,
berbagai wujud budaya politik lokal yang ada pada dasarnya cukup mencerminkan
bagaimana hubungan suatu daerah dengan pengaruh yang datang dari luar.
Budaya
politik lokal yang ''berwarna keras'' melahirkan daerah yang tertutup terhadap
pengaruh nilai-nilai dari luar, sekalipun nilai-nilai tersebut belum tentu
bertentangan dengan nilai-nilai yang telah ada. Sebaliknya, budaya politik
lokal yang ''berwarna lunak'' akan lebih bersifat terbuka, karena lebih mudah
berinteraksi dengan masyarakat yang mempunyai nilai yang berbeda.
Budaya Politik Demokratis
Budaya
politik lokal sampai dengan saat ini diyakini masih bersifat parokial di satu
pihak dan kawula di pihak lain. Sebagian besar masyarakat lokal masih jauh
tertinggal dalam hak dan kewajiban politiknya akibat pengalaman politik masa
lalu, seperti imperialisme, feodalisme dan patrimonialisme. Hanya sebagian
kecil elite politik, dan masyarakat (perkotaan) -- terbanyak di Jawa -- yang
sudah memiliki budaya partisipan, karena ditopang oleh kemampuan sosial ekonomi
dan tingkat pendidikan yang relatif tinggi.
Tipe
budaya politik parokial kaula ini berkecenderungan melahirkan kecenderungan
sikap dan perilaku yang sangat militan ketimbang toleran. Dalam tingkat
militansi yang tinggi, perbedaan tidak diarahkan pada usaha musyawarah untuk
mufakat, tetapi (bahkan) dianggap sebagai pertentangan pendapat dan keyakinan.
Masalah perbedaan sering ''dipribadikan'' sehingga bersifat sangat sensitif,
dapat membakar emosi dan menimbulkan konfrontasi.
Oleh
karena itu, sebagai konsekuensinya, kalangan pemerintah dan wakil rakyat, baik
di Pusat maupun Daerah, harus mengambil langkah-langkah strategis guna
mewujudkan budaya politik demokratis/partisipan, yang mendukung terbentuknya
sebuah sistem politik yang demokratis dan stabil. Kepentingan dan aspirasi
rakyat harus menjadi pusat perhatian dalam pengambilan kebijakan pemerintah,
sebab kalau tidak demikian rakyat akan mengalami deprivasi, sehingga
menimbulkan kekecewaan.
Besar
kemungkinan rakyat tidak memilih pemimpin yang dianggap tidak aspiratif dan
reponsibel. Sebaliknya, kalau rakyat merasa tidak berkompeten untuk terlibat
dalam proses politik, maka implikasinya peranan pemerintah dalam
penyelenggaraan negara menjadi sangat dominan. Pada kondisi demikian, rakyat
hanya menjadi sasaran kebijakan pemerintah dan menjadi subjek yang dapat
dimanipulasi untuk kepentingan pemerintah.
Dalam
studi yang dilakukan oleh Almond dan Verba ditemukan bahwa negara-negara yang
mempunyai budaya politik yang sudah matang akan menopang demokrasi yang stabil.
Sebaliknya, negara-negara yang memiliki derajat budaya politik yang belum
matang tidak mendukung terwujudnya demokrasi yang stabil. Kematangan budaya
politik tersebut ditunjukkan dengan peluang yang diberikan oleh negara kepada
masyarakat untuk mandiri, sehingga memiliki tingkat kompetensi yang tinggi.
Demokratisasi
dan budaya politik demokratis hanya bisa diciptakan setelah melalui proses
sosialisasi politik. Proses ini mewariskan berbagai nilai politik dari satu
generasi ke generasi berikutnya, lewat berbagai agen, seperti keluarga, teman
sepergaulan, sekolah/perguruan tinggi, dan media massa yang menghasilkan
individu mandiri. Walau demikian, demokratisasi yang kuat dan meluas serta
perwujudan sistem politik yang demokratis dan stabil, tidak akan pernah muncul,
bila budaya politik kita masih didominasi oleh pola hubungan yang bersifat
hirarkis, patronage serta gejala neo-patrimonialisme.
Subscribe to:
Posts (Atom)