-->

Tuesday, 23 April 2013

ipnu ippnu

news brain


Pimpinan Pusat IPNU-IPPNU Bersumpah Jalankan Amanat
Berita - Budaya
Tuesday, 19 March 2013 11:21


IPPNU
Jakarta, Sitinjaunews - Seluruh jajaran Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) resmi dikukuhkan di Jakarta, Senin (18/3/2013) malam. Mereka bersumpah akan melaksanakan amanat organisasi dengan sebaik-baiknya.

Prosesi pelantikan dan sumpah jabatan dipandu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Seluruh pengurus IPNU-IPPNU periode 2012-2015 ini berkomitmen patuh pada asas organisasi, serta akan menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan pelajar NU.

Ketua PP IPNU yang baru, Khairul Anam HS, mengatakan, pihaknya optimis masa depan IPNU akan semakin cerah. Dukungan banyak pihak dan proses orientasi untuk pengurus beberapa waktu lalu cukup untuk menyolidkan para pimpinan IPNU.

”Tak ada lagi lambung yang dekat dengan kasur, tak ada lagi tidur. Yang ada adalah kerja keras untuk kemajuan IPNU di masa datang,” ujanrya.

Dalam sambutannya Ketua PP IPPNU Farida Farichah mengemukakan beberapa tantangan pelajar NU menghadapi era globalisasi. Menurut dia, keterbukaan informasi memang menjanjikan banyak kemudahan di bidang akses pengetahuan dan kesuksesan.

”Namun dampak negatif akan selalu mengiringi proses yang serba cepat dan mudah ini,” tuturnya.

Farida juga menggaungkan kembali sejumlah rekomendasi hasil Kongres di Palembang, Sumatera Selatan, Desember 2012 lalu. Di antaranya, peninjauan kembali oleh Kemendiknas terhadap Ujian Nasional dalam sistem kelulusan pelajar, dihapusnya tayangan film yang tidak mendidik, serta beberapa penyelesaian isu lain seperti narkoba, radikalisme, dan seks bebas.

”Melalui IPPNU kami akan mengawal pelajar di negeri ini,” tegasnya.

Dalam acara yang sedianya digelar awal Marert lalu ini, hadir pula Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, utusan Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan sejumlah mantan pengurus dan ketua umum IPNU dan IPPNU. (nuo)

Wednesday, 17 April 2013

ilmu bagi2

news brain
Monggo berbgi ilmu'a para alim smua.. Dizman...
Raden LoRo AsmoRo 17 April 10:01
Monggo berbgi ilmu'a para alim smua..
Dizman yg modrn n cnggih skrng ini.. Kmajuan n pnemuan pnlitian mrmbh hmpir dismua bidang.tak ter kecuali dibdng pngbatn.jnis2 obat dr sgla modl baik medis kdoktrn atau non medis/para normal n sjnis'a..
Masalah.:dg ditmukn'a brmcm2 jnis obat trsbt.masihkh berlaku istilh Darurot dlm pngobtn dizman yg skrng ini..
Misal hrus diobti dg minum drah bnatng trtntu agar bsa smbuh..
Trimksih..

Tuesday, 16 April 2013

news brain
semua itu membutuhkan ilmu buat apa kita di dunia kalau nggak carri ilmu
oke sob..............

Tuesday, 9 April 2013

Tuesday, 6 November 2012

paralisis teluk buyat :Buyat Disease

news brain


Buyat Disease
Pada tahun 2005, di Teluk Buyat Sulawesi Utara. Sejak PT Newmont Minahasa Raya melakukan aktivitas pertambangan emas dan menggunakan merkuri sebagai bahan untuk mengendapkan emas, dan mengalirkan tailing (limbah tambang) sedalam 82m di perairan Teluk Buyat,  Banyak penduduk yang mengeluhkan benjolan-benjolan abnormal, pusing, kelumpuhan, dan penyakit kulit yang aneh. Pendapatan mereka juga menurun drastis karena tidak lagi banyak ikan yang bisa ditangkap
Beberapa survey independen dari beberapa LSM, melakukan pemeriksaan laboratorium pada endapan teluk buyat dan menemukan kadar merkuri hingga 1000 mikrogram/kg (Standar ASEAN 400 mikrogram/kg)
Seperti pada kasus Minamata, ada perang klaim hasil penelitian antara LSM dan PT NMR. Siapa yang benar?. Still remains mistery. Apapun itu penduduk Buyat akhirnya atas inisiatif sendiri pindah dari Teluk Buyat, mereka menghancurkan sendiri rumah-rumah yang telah mereka bangun dengan susah payah selama 10 tahun terakhir. Sebagian dari merekapun harus berganti profesi menjadi petani

Mercury and it’s biological threat – Routes of Action

Ada 3 macam bentuk dari Merkuri. Elemental mercury, Yaitu Merkuri yang masih dalam bentuk elemen atau logam, Anorganic mercury  yaitu merkuri dalam bentuk ikatan/senyawa garam anorganik, dan yang terakhir organic mercury yaitu ketika merkuri berikatan dengan alkil karbon. Masing-masing mempunyai sifat dan toksisitas yang berbeda bila masuk ke dalam tubuh manusia

Elemental Mercury

Elemental mercury mempunyai sifat sukar diserap oleh kulit, tidak larut air dan tidak larut lemak sehingga toksisitasnya akan rendah bila ditelan mentah-mentah.
Sebenarnya baru menjadi ancaman ketika elemental mercury itu karena pemanasan dosis tinggi, menguap dan kemudian masuk ke dalam paru-paru.
Risiko tinggi adalah pada saat letusan vulkanis, pembakaran batubara, crematorium dan juga pada pekerja pada pabrik semen, non ferrous metal production, Pabrik Baja.
Uap merkuri yang terhirup berpotensi menimbulkan emboli (pembuntuan) paru-paru, memicu alergi,  kelainan saraf dan sindroma neuropsikiatri seperti : Emosi yang labil, Nyeri kepala, tremor, nervous, rasa malu yang berlebihan, polineuropati, penurunan memori dan kognitif)
Merkuri elemental juga terdapat pada produk baterai koin, thermometer dan tensimeter air raksa, tambal gigi / amalgam. Seharusnya memang ada peraturan atau kebijakan dari pemerintah untuk mendaur ulang produk-produk seperti ini.sehingga tidak mencemari tanah atau ikut terbakar saat pembakaran sampah
Anorganic Mercury
Sifatnya larut air tapi tidak larut lemak dan dapat diserap melalui kulit. Saat tertelan 10% nya akan diserap melalui saluran cerna dan kemudian  dapat menimbulkan efek nefrotoksik atau keracunan berat pada ginjal
Anorganic mercury ini biasa digunakan pada pertambangan emas untuk membantu mengendapkan emas dan pabrik kimia seperti asetaldehide, asetilen, asam asetat sebagai katalis.

Mercury in cosmetics

Mercury (II) chloride juga digunakan pada beberapa produk krim pemutih (whitening cream). Kadarnya bahkan ada yang sampai 9000-60.000 kali dosis yang dianjurkan.
Di Indonesia, 26 November 2011 yang lalu BPOM mengumumkan 27 merk kosmetik yang terbukti mengandung Mercurous chloride, Asam retinoid, Rhodamin. 11 produk dari Jepang dan Cina, 8 produk local dan 6 tidak terdaftar secara resmi.
Efeknya kosmetik ini berpotensi menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada sistem saraf pusat (otak), ginjal, gangguan dan cacat janin (teratogenik).
Kosmetik ini biasanya menjanjikan efek putih dalam waktu yang singkat. Misalkan hanya dalam seminggu. Padahal sebenarnya ada Rebound Effect, artinya sesaat memang akan menjadi putih namun setelah pemakaian dihentikan kulit akan menjadi kusam/hitam dan timbul flek yang parah dan lebar.

Organic Mercury

Merkuri organik adalah yang paling toksik. Berasal dari Merkuri Anorganik yang kemudian diubah menjadi Metil merkuri oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam.
Organic mercury memiliki kelarutan yang tinggi terhadap lemak dan tersebar secara merata ke seluruh tubuh dan terakumulasi di otak, ginjal, liver, rambut dan kulit. Ia juga dapat melewati sawar darah-otak (Blood brain barrier), plasenta dan eritrosit sehingga menimbulkan gejala neurologis, teratogenik (cacat janin) dan meningkatkan kekentalan darah.

Fish Containing Mercury

Metil merkuri memiliki waktu paruh yang lama sehingga akan mengalami biomagnifikasi / bioakumulasi dari organism terkecil algae sampai tingkat tertinggi pada rantai makanan, yaitu ikan-ikan besar seperti hiu, King Mackerel, ikan pedang, lumba-lumba dsb.
Artinya jumlah konsentrasi merkuri terkecil ada pada algae dan terbesar misal pada ikan hiu.
Berikut daftar ikan dengan jumlah kandungan merkuri dan aturan untuk komsumsinya terutama pada ibu hamil atau menyusui
Merkuri terendah (<0 ppm="ppm" span="span">
Jenis Ikan            : Ikan teri, lele, udang, salmon, nila, white fish, trout, tuna kalengan
Aturan makan   : Bebas kapan saja
Merkuri sedang (0,09-0,29 ppm)
Jenis Ikan            : Cod Alaska, Halibut, lobster, trout laut
Aturan makan   : max 6x/bulan
Merkuri tinggi (0.3-0,49 ppm)
Jenis Ikan            : Ikan kerapu, Mackerel, Sea Bass, Blue fish, Big Tuna
Aturan makan   : max 3x/bulan
Merkuri tertinggi (>0,5 ppm)
Jenis Ikan            : King Mackerel, marlin, hiu, todak, tile fish
Aturan makan   : Sebaiknya dihindari

Thimerosal in vaccine – Controversy

Thimerosal adalah salah satu jenis dari merkuri yang digunakan sebagai anti bakteri dan pengawet dalam vaksin imunisasi terutama pada vaksin DPT, Influenza dan Hepatitis B
Thimerosal pernah dituduh sebagai penyebab autism dan didukung oleh beberapa penelitian. Akan tetapi IOM (Institute Of Medicine) yang terdiri dari kumpulan ahli dari berbagai disiplin ilmu kemudian melakukan penelitian di kisaran tahun 2003.
Hasilnya, dari 3 studi Epidemiologis (Hviid ; Miller ; Werstraeten) dan 2 studi control (Madsen ; Sters-Green) menyimpulkan bahwa TIDAK ADA HUBUNGAN antara pemberian vaksin dan kejadian autism. Karena autism 90% disebabkan oleh faktor genetic. Penelitian yang mengatakan ada hubungan lemah secara metodologis, mengadung penipuan dan terkesan tidak transparan
Akan tetapi walau tidak terbukti, para ilmuwan masih terus berusaha membuat vaksin yang bisa benar-benar tidak mengandung Thimerosal.

The Cure and Prevention

Chelation therapy

Prinsip dari chelation therapy adalah mengikat ion merkuri dan mengeluarkannya bersama feses/urine. Obat yang biasa dipakai adalah DMPS (2,3 dimercapto – 1 – propanesulfonic acid), Penicillamine, Dimercaprol, dan activated charcoal (karbon)

Recycle

Sebaiknya memang ada semacam daur ulang untuk limbah merkuri

Avoid high mercurial fishes

Pilihlah ikan yang kadar merkurinya paling rendah seperti lele, udang, tuna, salmon, tuna kalengan dan hindari yang kadarnya tinggi seperti pada hiu, King Mackerel, ikan todak dsb

No need to worry J

Merkuri memang sebuah ancaman yang cukup menakutkan, tapi tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebihan. Intinya adalah pengawasan. Pemerintah beserta rakyat sebaiknya terus saling bahu membahu agar lingkungan tidak tercemar. Stay alert but no need to worry!
Semoga informasi sederhana ini bisa menjadi manfaat
Dedicated for my teacher : Mr. Budi Setiawan (@Bukik)
Hutang saya lunas ya Pak! hehe
Astu Anindya Jati, dr
Gresik, 25 April 2012
http://astumd.wordpress.com/tag/teluk-buyat/